Berhenti bekerja & tetap mendapatkan income?

Hello all,
Apakah saat ini anda masih bekerja untuk orang lain? Jika ya, berapa banyak waktu yang telah anda habiskan untuk perusahaan anda? Berapa banyak penghasilan yang sudah berhasil anda tabung & kembangkan menjadi asset (sesuatu yang menghasilkan uang)?
Atau mungkin anda sudah mempunyai bisnis sendiri. Sudah berapa lama & berapa seriuskah anda menjalani bisnis anda? Bila anda sudah menjalankannya dalam waktu lama, dapatkah anda meninggalkan bisnis tersebut & membiarkannya berjalan & berkembang secara otomatis? Jika anda masih harus mengawasi bisnis anda hampir setiap hari, berarti bisnis anda = “pekerjaan” anda. Sama seperti orang yang bekerja untuk orang lain, anda tetap menukar waktu kerja anda dengan uang walaupun penghasilan anda mungkin lebih besar.
Terlepas dari besarnya pendapatan anda, secara garis besar ada 2 cara mendapatkan penghasilan:

1. Penghasilan Linear / Active Income

Penghasilan ini didapatkan dengan cara menukarkan waktu kita, kita dibayar saat kita aktif. Cara untuk mengetahuinya mudah: Bila kita berhenti bekerja/berusaha maka penghasilan kita juga berhenti.
Jadi jika kita bekerja untuk orang lain, penghasilan kita sudah pasti linear. Demikian juga jika kita berbisnis tetapi bisnisnya membutuhkan pengawasan & operasional harian dari kita.

2. Penghasilan Eksponensial / Passive Income

Penghasilan ini didapatkan saat kita bekerja hanya 1 kali tetapi mendapatkan hasil berkali2. Cara untuk mengetahuinya: Bila kita berhenti bekerja/berusaha maka penghasilan kita tidak ikut berhenti.

Jika kita mempunyai bisnis yang dapat berjalan secara otomatis tanpa memerlukan pengawasan harian dari kita, inilah yang disebut passive income. Contoh bisnis ini: Rumah kost, Hotel, Waralaba/Franchise. Jika kita seorang professional yang bisa mendapatkan royalti yang dibayarkan setiap kali hasil karya kita dibeli orang, maka kita juga mempunyai passive income. Contoh: Penyanyi Michael Jackson, Pengarang buku Harry Potter, etc.
Mempunyai active income adalah sesuatu yang wajar, tetapi akan menjadi masalah saat kita sakit/tua & tabungan kita tidak cukup untuk biaya kehidupan kita sehari2. Akhirnya kita harus bergantung kepada orang lain seperti orang tua, anak, pasangan atau saudara kita.
Bukankah lebih aman jika kita punya passive income? Tentu saja.
Sebenarnya dalam bekerjapun kita menghasilkan passive income, tetapi passive income itu dinikmati oleh owner yang membayar kita sebagai pegawainya dengan active income. Anda lihat, satu2nya cara mendapatkan passive income adalah dengan menjadi owner dari suatu bisnis, tetapi seringkali kita terbentur pada modal & keahlian untuk mendapatkannya. Tidak semua orang mampu mempunyai tempat kost/hotel yang menguntungkan, membeli hak franchise juga membutuhkan modal besar, dan sangat sedikit orang yang mampu menulis novel & mengarang lagu yang terkenal.

Bila kita tidak punya cukup modal & keahlian, adakah cara lain untuk mendapatkannya? Ya, caranya adalah bekerjasama dengan bisnis owner lain sehingga mengurangi modal & mempunyai sistem yang mudah ditiru sehingga tidak diperlukan keahlian khusus. Itulah yang disebut MLM & itulah sebabnya Amway menyebut distributornya dengan Independent Business Owner (IBO). Tentu saja MLM bukanlah jalan satu2nya untuk mendapatkan passive income, tetapi MLM adalah pilihan yang masuk akal jika anda tidak mempunyai modal uang & keahlian bisnis yang memadai tetapi bersedia bekerja keras untuk mendapatkan passive income.

Sistem MLM memberikan kita kesempatan untuk mendapatkan active income & passive income. Pertama kali kita mengembangkan bisnis kita seorang diri/bersama pasangan & hasilnya tentu sesuai dengan waktu yang kita luangkan (Active Income). Seiring bertambahnya jumlah orang yang kita ajak bekerja sama, kita mulai mendapatkan passive income yang makin lama makin besar karena jumlah orang yang bekerja sama semakin banyak. Anda lihat, saat itu kita tidak perlu lagi bekerja sekeras di awal2 (kecuali itu menjadi pilihan anda) & pendapatan kita justru semakin besar.

Dengan siapa kita bekerja menentukan masa depan kita

Apakah anda saat ini bekerja untuk suatu perusahaan? Seberapa besarkah perusahaannya?

Tahukan anda bahwa Amway global mempunyai:
- Berdiri sejak 1959
- 65 Labolatorium R&D
- 20.000 m2 ruangan labolatorium
- 700 tenaga ahli
- 100 karyawan S2
- 45 karyawan S3
- 240 konsultan tehnik
- 200 publikasi riset
- kerjasama dengan 75 Universitas
- anggota dari 85 badan usaha
- 1000 paten ekslusif
- Cabang di 80 negara
- 450 produk asli (non lokal)
- 13.000 total karyawan
- 3.000.000 distributor terdaftar
- US$10.900.000.000 total omzet 2011

Apakah bisa diandalkan & cocok bagi saya?

Setujukah anda bila saya katakan semua bisnis dapat berkembang jika kita serius menjalankannya? Yup, tetapi sejauh mana bisa berkembang bukan hanya tergantung dari keseriusan kita tetapi juga modal & potensi masa depan bisnis tersebut. Semua bisnis pada dasarnya adalah membangun asset untuk mendapatkan profit:

  • Pemilik toko membangun toko untuk tempat berjualan.
  • Pemilik hotel membangun hotel untuk tempat tamu2 menginap.
  • Pemilik tambak membangun tambak & memelihara ikan/udang untuk dijual

Apakah asset utama seorang pebisnis MLM? jawabannya adalah Network/jaringan orang2 yang bekerja sama dengan dia. Semakin banyak orang yang bekerja sama dengan kita, artinya semakin banyak kita menduplikasikan waktu & tenaga. Hal ini mirip seperti kita merekrut karyawan untuk mengembangkan bisnis MLM, tetapi bedanya kita tidak menggaji orang2 yang kita rekrut melainkan membagi2 profit sesuai dengan produktifitas masing2. Orang2 yang kita ajak bekerja sama bukanlah karyawan tetapi partner bisnis kita, sehingga modal utama kita untuk membangun network adalah integritas. Semakin tinggi integritas kita, semakin mudah kita mengajak orang untuk bekerja sama & semakin langgeng pula kerjasama dengan partner2 kita.

Darimana saja kita mendapatkan integritas itu?

  1. Perusahaan MLM yang berintegritas, yang mempunyai track record yang baik dalam melayani karyawan, pelanggan & distributor.
  2. Produk yang berintegritas, yang memberikan kualitas tinggi & selalu berkembang demi kebutuhan pelanggan.
  3. Sistem yang berintegritas, yang tidak sering berubah2 sehingga memberi kepastian & terbukti fair untuk distributornya.
  4. Integritas pribadi, yang tercermin melalui cara kita melayani pelanggan, membina downline yg serius & bekerjasama dengan upline.

Point 1-3 dapat kita pilih, saya pribadi memilih Amway karena perusahaan, produk & sistemnya telah terbukti selama hampir 60 tahun mampu berkembang di hampir 90 negara & mengubah kehidupan orang2 yang serius menjalankannya menjadi lebih baik. Point 4 harus kita kerjakan & kembangkan untuk menjalani bisnis ini. Jika ke 4 point di atas terpenuhi, maka artinya kita cukup mempunyai modal untuk mendapatkan pendapatan yang besarnya ditentukan oleh diri kita sendiri (bukan bos).

Jadi apakah Amway adalah bisnis yang bisa diandalkan? Apakah anda cocok menjalankannya? Tentunya tergantung 4 point modal diatas & keseriusan anda :)

Cloning: satu2nya cara meningkatkan penghasilan yang efektif

Kemarin kita telah membahas 3 macam cara mencari uang yang biasa dilakukan orang dengan keuntungan serta kerugiannya masing2. Kebanyakan orang memilih bekerja, karena itulah yang lebih banyak diajarkan di sekolah & lebih terasa “aman” karena setiap bulan dapat pemasukan (gaji) yang pasti dengan konsekwensi menyerahkan hidupnya untuk lebih banyak dikontrol oleh bosnya.

Kita tahu bahwa struktur perusahaan seperti piramid dimana posisi di level atas jauh lebih sedikit daripada posisi di level bawah sehingga banyak yang “terpaksa” harus terus bekerja untuk bertahan hidup sambil berusaha mencari kesempatan untuk naik gaji & jabatan. Kita harus pintar2 “menyingkirkan” saingan2 (termasuk teman2) kita untuk mencapai jabatan yang lebih tinggi, baik dengan cara yang elegan atau tidak.

Kerugian terbesar seorang pekerja (apapun jabatan & berapapun gajinya) adalah dia harus tetap bekerja bagi sang pengusaha untuk mendapatkan gaji tersebut tiap bulan. Sebaliknya sang pengusaha bisa saja berhenti bekerja selama beberapa waktu & tetap mendapatkan profit (untuk menggaji karyawan) selama ada pekerja yang bisa dia gaji.

Lebih jauh lagi: Jika sang pengusaha ingin mendapat profit 100x lipat, dia akan bekerja semakin keras tetapi dia bisa menggaji 10, 30 atau 50 orang karyawan untuk membantunya. Tetapi sang karyawan yang ingin mendapatkan gaji 3x lipat harus bekerja semakin keras sendirian & tetap bekerja untuk mendapatkan gaji saat sang pengusaha dapat “berlibur” sambil menikmati profit.

Hanya pebisnis yang bisa mencloning/menduplikasikan waktu & usahanya untuk mendapatkan penghasilan lebih besar tanpa harus terus bekerja lebih keras sendirian……

Hal2 diatas sering menjadi alasan bagi banyak pekerja untuk mulai berbisnis sendiri. Bersyukurlah jika kita sudah mempunyai kemampuan & kesempatan untuk memulai bisnis secara part time sambil bekerja, tetapi kebanyakan orang tidak mempunyai kesempatan itu. MLM merupakan salah satu solusi untuk memulai bisnis secara part time tanpa harus mengorbankan pekerjaan kita sekarang. Semua bisnis membutuhkan modal, tetapi bisnis MLM ini membutuhkan modal yang sedikit berbeda dengan bisnis konvensional.

Berikutnya akan kita bahas modal utama seorang pebisnis MLM

Apakah penghasilan bisa dicloning?

Dalam mencari uang, kita dihadapkan pada 3 pilihan umum: Bisnis sendiri, bekerja untuk orang lain atau menjadi professional (dokter, pengacara, kontraktor, mekanik, etc).
Apapun yang kita pilih akan selalu ada persaingan & untuk menghadapinya kita harus selalu meningkatkan skill kita. Lalu apa yang membedakannya? Saya akan coba menjabarkannya secara singkat

1. Bekerja untuk orang lain
Keuntungan:
  • Mendapatkan kepastian penghasilan setiap bulan
  • Hanya perlu mengerjakan hal2 sesuai profesi
Kerugian:
  • Waktu kerja kita diatur oleh perusahaan & bos
  • Penghasilan kita diatur & dibatasi oleh perusahaan & bos
  • Pekerjaan kita bukan milik sendiri & tidak dapat kita jual
  • Pekerjaan kita tidak dapat kita wariskan
2. Menjadi Professional
Keuntungan:
  • Penghasilan biasanya lebih besar daripada karyawan biasa tetapi tidak pasti
  • Hanya perlu mengerjakan hal2 sesuai profesi
  • Waktu kerja kita atur sendiri
  • Penghasilan kita atur sendiri, mau dapat lebih kita harus bekerja lebih
Kerugian:
  • Membutuhkan biaya banyak untuk sekolah sesuai profesi
  • Semakin banyak pelanggan biasanya akan semakin sibuk karena kita mengandalkan skill personal kita
  • Pekerjaan kita adalah milik sendiri tetapi tidak dapat kita jual
  • Pekerjaan kita tidak dapat kita wariskan
3. Bisnis pribadi
Keuntungan:
  • Penghasilan biasanya lebih besar daripada karyawan biasa tetapi tidak pasti
  • Waktu kerja kita atur sendiri
  • Penghasilan kita atur sendiri, mau dapat lebih kita harus bekerja lebih
  • Usaha kita adalah milik sendiri & dapat kita jual
  • Pekerjaan kita dapat kita wariskan, selama sang pewaris mau bekerja untuk meneruskannya
Kerugian:
  • Umumnya membutuhkan modal yang tidak sedikit
  • Semakin banyak pelanggan biasanya akan semakin sibuk, tetapi kita dapat dibantu karyawan
  • Seringkali kita harus melakukan banyak hal diluar profesi kita.

Manakah yang menjadi pilihan anda? Apakah ada pilihan lain yang bisa memaksimalkan keuntungan & meminimalkan kerugian?

Bagi saya, yang paling ideal adalah berbisnis sendiri tetapi dapat men”cloning” (menduplikasikan) diri kita sehingga kita bisa mengatasi masalah kesibukan + meningkatkan penghasilan. Apakah itu mungkin? Ya bisa, bila uang anda cukup maka anda dapat mendirikan/mempunyai master franchise. Lalu bagaimana bila kita tidak mempunyai uang yang cukup untuk itu? Berikutnya kita akan membahas bagaimana caranya :)

Koq mau sih jalanin Amway? Kenapa sih?

Minggu lalu ada seorang teman yang bertanya kepada saya, apa sih rahasia & alasan untuk sukses di MLM?

Dari pengalaman saya pribadi, ada 2 hal terpenting yang bisa saya sharing:

1. Value/nilai2 dasar.

Ini lebih penting daripada tehnik2 untuk berhasil dalam bisnis ini, karena tehnik bisa berubah2 & disesuaikan dengan keadaan & kepribadian pengguna. Tetapi value adalah sumber motivasi yang melatarbelakangi & menjadi integritas kita dalam menjalankan bisnis ini:

  • Hope: Kita memberikan harapan kepada orang lain untuk mempunyai bisnis sendiri yang bisa dimulai part-time, tanpa modal besar, tidak terbatas gender & usia, tidak harus punya pengalaman & skill khusus (bisa dipelajari sambil menjalankan bisnisnya). Kita juga membantu & mengajar orang lain untuk sukses mengejar impian pribadinya, inilah salah satu value unik yang tidak saya temukan dalam bisnis/pekerjaan lain.
  • Freedom: Setiap orang mempunyai kebebasan menentukan tujuannya sendiri dalam bisnis ini. Berapa besar impian yang kita ingin raih & berapa banyak waktu yang ingin kita luangkan untuk bisnis ini, semuanya bebas terserah kepada kita sendiri. Tentu saja semakin banyak usaha akan semakin banyak hasilnya, karena bisnis Amway adalah fair.
  • Reward: Amway percaya bahwa setiap pencapaian pribadi akan mendapatkan reward yang layak. Ada 14 macam reward yang kita bisa dapatkan dari Amway untuk setiap level pencapaian kita, mulai dari pin penghargaan, uang, kesempatan berbicara di depan publik (dibayar oleh Amway) sampai travel & Seminar bisnis. Selain itu reward yang terbesar adalah adanya kebebasan waktu, karena sia2lah kita mengumpulkan banyak reward tetapi sulit menemukan waktu untuk menikmatinya.
  • Family: Bisnis Amway dirancang untuk dapat dilakukan bersama2 dengan pasangan, bahkan dengan keluarga. Bayangkan bila seluruh keluarga mempunyai 1 tujuan yang sama dalam bisnis yang sama, hasilnya tentu akan berlipat ganda dibandingkan jika masing2 mempunyai profesi pribadi yang berlainan. Amway juga akan memberikan warisan penghasilan (bukan pekerjaannya) kepada ahli waris kita bila kita meninggal, sesuatu yang jarang kita temukan dalam profesi/bisnis lain.

2. Pengembangan diri, leadership & keinginan luhur untuk membantu orang lain.
Bisnis Amway hanya akan berkembang setingkat dengan pengembangan pribadi kita. Kita perlu mengembangkan pribadi kita menjadi disiplin, persisten, mempunyai mimpi & mau membantu orang lain. Kita juga belajar leadership dengan cara yang sangat unik, karena kita tidak memimpin berdasarkan otoritas. Semua downline kita adalah orang2 yang bebas (kita bukan bos & mereka bukanlah karyawan) sehingga kita hanya bisa memimpin mereka melalui inspirasi & integritas. Menjadi leader tanpa otoritas formal (jadi bos) jauh lebih sulit karena kita hanya bergantung kepada karakter & hubungan baik kita dengan orang lain, downline kita semua akan melihat apakah kita mampu & patut untuk dijadikan contoh. Mereka juga akan menilai apakah kita benar2 berniat untuk membantu mereka mencapai sukses atau hanya “memanfaatkan” mereka demi keuntungan diri kita sendiri.

Buat saya pribadi, hal2 diatas merupakan gaya hidup yang saya pilih dan selama ini dari pengalaman saya, saya baru menemukan hal2 tersebut di bisnis Amway.

Time = Money?

Time = Money?

Bagaimana pendapat anda tentang pepatah ini? Saya pribadi kurang setuju dengan hal ini karena nilai dari waktu sebenarnya lebih tinggi daripada uang. Bila kehilangan uang maka dapat dicari gantinya, tetapi waktu yang hilang tak akan dapat digantikan lagi, kita tak dapat mengulang masa lalu kan? Bila orang tua kita menasehati kita untuk bijaksana menggunakan uang, maka seharusnya kita lebih bijaksana dalam menggunakan waktu. Pergunakanlah uang (dan waktu) kita untuk hal2 yang memang penting bagi hidup kita. Saya lebih suka menggunakan istilah Time = Life (waktu = hidup).

Banyak orang yang mencari uang dengan menukarkan waktu mereka dengan uang dengan cara menjadi:
- Karyawan
- Professional seperti pengacara, dokter, psikiater, konsultan, mekanik, artis dll
- Pebisnis kecil2an yang harus menangani sendiri bisnisnya, menjaga toko misalnya.
Biasanya mereka hanya bekerja sendirian, waktu yang mereka pakaipun terbatas kepada waktu yang mereka punya sendiri (1×24 jam sehari).

Tetapi orang2 yang benar2 menghasilkan uang yang banyak adalah orang yang mampu melipat gandakan waktunya sehingga dapat melipat gandakan kerjanya & tentu hasilnya juga berlipat ganda. Apakah anda dapat melipat gandakan waktu anda dalam bisnis/pekerjaan anda sekarang?

Orang yang tidak mampu/mau menjadi pebisnis biasanya akan memilih untuk menjadi karyawan atau professional. Kita dibayar berdasarkan kemampuan kita, tetapi kelemahan terbesarnya adalah kita bekerja sendiri. Jika kita berhenti bekerja, maka pendapatan kita (berapapun besarnya) juga otomatis berhenti.

Orang yang berbisnis harus mempunyai modal & kemampuan yang lebih. Modal relatif lebih mudah didapat dengan meminjam atau memilih bisnis yang bermodal kecil, tetapi kemampuan praktek bisnis tidaklah mudah didapat. Salah satu cara paling efektif adalah dengan mempunyai mentor yang sudah melakukan apa yang ingin kita lakukan. Hambatan lainnya adalah jika kita mempunyai karyawan, bisa dipastikan kemauan bekerjanya tidaklah sebesar si pemilik usaha sehingga kita tidak bisa benar2 meninggalkan bisnis berjalan otomatis. Pebisnis justru seringkali menjadi orang yang paling sibuk & tersita waktunya oleh bisnisnya.

Itulah sebabnya biasanya orang yang mempunyai banyak uang tidak memiliki banyak waktu luang & sebaliknya. Salah satu cara paling ideal adalah mempunyai bisnis yang berdasarkan partnership (bukan menggaji karyawan) sehingga kita dapat bersama2 mengembangkan bisnis untuk menghasilkan lebih banyak uang + waktu luang. Dalam sistem MLM, orang yang telah berhasil akan membimbing partnernya menjadi pebisnis handal semaksimal mungkin. Semakin handal partner bisnis kita, otomatis semakin berkembang pula bisnis kita tanpa perlu kita awasi seperti bisnis konvensional. Saat itulah kita benar2 mempunyai uang + waktu luang.

Kita selalu dapat memilih waktu (hidup) kita sebagai karyawan, professional atau pebisnis, manakah yang anda pilih? Saya memilih untuk menggunakan waktu saya untuk menekuni bisnis MLM karena saya melihat potensi MLM merupakan yang terbesar untuk menghasilkan uang + waktu luang (bukan hanya salah satunya saja) dibandingkan dengan bekerja, menjadi professional atau berbisnis biasa. Masih ada lagi keunggulan2 bisnis MLM yang akan saya bahas dalam topik2 selanjutnya.